umum

Perkembangan Bahasa Anak pada Usia Dini

Perkembangan bahasa anak secara garis besar terjadi sesuai dengan perkembangan usia dan psikomotorik anak, yang dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Kemampuan bahasa anak akan berkembang yang dapat dilihat dari banyaknya kosa kata dan penyampaian gagasan maupun perasaan yang terstruktur di dalam kalimat.

 

Mula-mulanya, seorang anak akan berkomunikasi dalam menyampaikan perasaannya melalui bahasa verbal, baik lewat ekspresi wajah maupun gerakan. Anak usia dini mampu menggunakan bahasa dalam bentuk metode seperti bertanya, mengoceh, berbicara, maupun bernyanyi. Bergumam dan meniru ucapan orang lain adalah bentuk-bentuk perkembangan bahasa anak yang lazim dilakukan oleh anak-anak usia dini sekitar 0-5 tahun.

 

Anak-anak usia 1-2 tahun memiliki rasa ingin tahu yang besar dan mulai menguasai beberapa kosa kata yang terus berkembang dan bertambah. Mood atau suasana hati yang terbangun memiliki dorongan pengaruh yang cukup signifikan bagi penguasaan keterampilan berbahasa anak, terlebih lagi apabila orangtua melakukan transfer kosakata melalui permainan atau sambil bermain dengan anak. Anak-anak pada usia ini lazimnya telah memiliki respon yang baik dalam berkomunikasi dan mampu melakukan timbal balik dalam komunikasi dua arah.

 

Perkembangan bahasa anak mencapai titik penentu pada usia 4-5 tahun. Pada usia ini, anak-anak telah mampu menyampaikan gagasan secara jauh lebih baik daripada usia sebelumnya. Anak-anak usia dini 4-5 tahun telah menguasai kosa kata yang lebih banyak dan susunan kalimat yang lebih terstruktur meskipun belum benar-benar sempurna. Kosa kata dan kalimat didapatkan melalui proses mendengar dan melakukan pengulangan pelafalan. Anak-anak pada usia ini telah mengembangkan kemampuan untuk mengingat suku kata, lalu menyusun kata menjadi frasa, untuk kemudian menjadi kalimat yang memiliki makna yang dimengerti oleh orang dewasa.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close