Ibu & Anak

Pengaruh Marah terhadap Pola Asuh Anak

Bunda adalah orang yang paling dekat dengan anak. Bunda selalu mengikuti perkembangan anaknya mulai dari kemampuan kognitif  sampai psikomotor.

Hanya bundalah yang mengetahui kekurangan dan kelebihan anaknya. Suka duka selalu dijalani setiap harinya demi mendukung tumbuh kembang anak.

Dengan menggunakan pola asuh anak yang tepat sesuai dengan kepribadian anak. Namun kadang bunda dibuat jengkel oleh sang buah hati. Perlukah marah untuk menunjukkan kesalahan sang buah hatii?

Marah merupakan luapan emosi terhadap sesuatu yang tidak setuju. Namun luapan emosi itu tidak cocok diungkapkan pada anak-anak. Anak bagaikan kertas putih yang kosong.

Berbagai warna siap untuk mewarnai kertas putih tersebut. Begitu pula anak siap untuk  diberi  warna dalam kehidupannya. Pola asuh anak yang tepat akan memberikan warna yang indah untuk masa depan mereka.

Namun sebaliknya jika anak dibesarkan dengan kemarahan orang tua akan menimbulkan efek yang negative.

Berikut beberapa efek yang dihasilkan jika kita memarahi anak, yaitu:

  • Menanamkan rasa minder pada anak. Jika anak dibesarkan dengan bentakan  atau dimarahi di depan orang-orang secara tidak langsung Anda sedang menanamkan rasa minder dan tidak percaya diri pada anak. Anak akan mengalami trauma yang berkepanjangan.
  • Takut bersosialisasi.  Dengan menghardik anak dengan kata ‘bodoh’ atau ‘tolol’  seolah-olah memberitahukan bahwa anak itu bodoh dan tolol. Secara tidak langsung anak akan merasa bodoh dan tolol. Akibatnya anak akan takut bersosialisai dengan orang lain sebagai tindak lanjut dari rasa minder tadi. Dia akan menjadi seorang  yang temperamen karena sikapnya yang tertutup sehingga sulit untuk mengungkapkan pendapat atau unek-uneknya. Dia akan selalu merasa tertekan.
  • Bersikap egois dan judes. Perilaku memarahi anak akan menanamkan sikap keras pada anak sehingga muncullah pribadi yang egois dan individualis. Jika hal tersebut terus menerus sampai anak dewasa akan membentuk pribadi yang memberontak dank eras. Kepercayaannya terhadap sekitar akan sirna dan muncullah pribadi yang arogan dan tidak peduli dengan sekitarnya.

pola asuh anak

  • Menanamkan sifat pemarah. Anak adalah peniru ulung. Segala sesuatu yang dilakukan orang tua akan ditirunya. Begitu pula jika orang tua memarahi anak maka anak tersebut akan menirukan tindakan yang sama, baik kepada saudara, adik, maupun teman sebayanya. Dia akan melakukan hal yang sama kepada siapapun yang mengganggu kenyamanannnya.

Berdasarkan hal tersebut, jelaslah anak yang sering dimarahi orang tua akan menimbulkan kepribadian yang negative.

Oleh karena itu bunda harus menyadari bahwa dalam pola asuh anak diperlukan kesabaran. Sungguh bijak para orang tua yang dapat mengelola emosinya, terutama pada anak.

Untuk menunjukkan kesalahan anak cukup dengan informasi bukan larangan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close