gerakan tutup mulut bayi
Ibu & Anak

3 Cara Mengatasi Gerakan Tutup Mulut Bayi

Asupan makanan adalah hal yang selalu diperhatikan oleh para orang tua karena berhubungan langsung dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Namun, apa jadinya jika anak melakukan gerakan tutup mulut bayi? Ini pasti menjadi hal yang sangat merisaukan.

Gerakan tutup mulut bayi memiliki beberapa penyebab, seperti anak sakit perut, bagian mulutnya sakit, merasa bosan pada makanan, bahkan karena memang tidak ingin makan saja.  Jika hal ini terjadi pada anak Anda, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Buat anak mengenali rasa lapar dan kenyangnya

gerakan tutup mulut bayi
Gerakan tutup mulut bayi

Saat si kecil mulai melakukan gerakan tutup mulut (GTM) jangan memaksanya untuk makan. Melakukan pemaksaan hanya membuat proses makan akan semakin menyulitkan. Anak bisa saja trauma jika Anda melakukan hal ini.

Ada baiknya Anda membiarkan saja anak melakukan hal tersebut. Anda bisa menanyakannya kembali sekitar sepuluh menit kemudian untuk mengajaknya makan. Jika masih menolak, lakukan kembali hal yang sama. Mendiamkannya dan menanyakannya kembali setiap sepuluh menit.

Saat Anda melakukan hal ini, jangan memberi anak snack ataupun susu. Biarkan dia mengenali rasa lapar dan rasa kenyangnya.

Jangan memberikan makanan instan

Saat anak tidak ingin makan, jangan pernah coba-coba untuk memberikan makanan instan atau junk food kepadanya, hanya karena tak ada makanan yang masuk ke perutnya.

Ini bukan sekadar mengajarkan disiplin sedari kecil, tetapi makanan instan ini bisa merusak cita rasanya. Selain itu, makanan ini juga sehat untuk anak Anda,

Membuat jadwal makan

Mengajarkan disiplin pada anak sedari dini juga bisa dilakukan dengan mengatur jadwal makan anak. Jika telah menjadi pembiasaan atas jadwal makannya, anak cenderung akan lapar pada waktunya dan membuatnya berusaha untuk mencari makan.

Akan tetapi, pengaturan makan juga harus diselipkan dengan pemberian snack atau susu. Selain untuk variasi makannya, juga tidak membuat perut anak terlalu lama kosong. Padahal aktivitas mereka sedang banyak-banyaknya.

Hanya saja, orang tua tidak boleh memberikan snack atau susu menjelang waktu makan. Karena malah akan membuatnya kenyang sebelum waktu makan tiba.

Mengatasi gerakan tutup mulut bayi, selain tiga hal di atas, juga bisa dilakukan dengan mengubah-ubah cita rasa makanan. Untuk kemudahan, Anda bisa memberikan Cerelac bubur bayi yang memiliki varian rasa agar anak tidak mudah bosan. Semoga bermanfaat.

Komentar Dinonaktifkan pada 3 Cara Mengatasi Gerakan Tutup Mulut Bayi